UJIAN AKHIR SEMESTER
(UAS)
MANAJEMEN INVESTASI DAN
PORTOFOLIO
Oleh :
ILA AYU RISMANIKA
14101434
P1
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI ASIA
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
2017
1.
Data Deviden tahun 2012-2016
|
Tahun
|
Deviden
|
|
2012
|
34,52
|
|
2013
|
-
|
|
2014
|
-
|
|
2015
|
-
|
|
2016
|
-
|
2.
PT.Indosat Tbk selama kurun
waktu 4 tahun terakhir yakni pada tahun 2013-2016 tidak membayar atau membagi
deviden karena ada beberapa alasan diantaranya yaitu :
Karena
pada tahun 2013 mengalami kerugian, kerugian tersebut disebabkan adanya
peningkatan beban pendanaan sebagai akibat penerapan transaksi sewa dalam
penjualan menara telekomunikasi. Kerugian tersebut dicatat sebesar Rp 71,1 miliar di triwulan I-2013, kerugian ini membengkak
214 % dibandingkan posisi pada periode yang sama tahun lalu yng rugi sebesar Rp
22,6 miliar.
Pada
tahun 2014 PT.Indosat Tbk mengalami kerugian sebesar 2 triliun dan menjual 5% saham PT. Tower Bersama
Infrastructure Tbk (TBIG) kepada beberapa investor institusi. Dana hasil
penjualan saham TBIG akan digunakan untuk melunasi hutang perseroan sebesar Rp
4,7 Trilliun yang jatuh tempo pada bulan Juni 2014. Meskipun dengan menjual
saham sebesar 5% PT.Indosat Tbk masih belum bisa melunasi keseluruhan hutangnya.
Sisa hutang akan dilunasi dengan cara refinancing yaitu pinjaman berdenominasi
rupiah dengan bunga lebih rendah.
Pada
tahun 2015 PT.Indosat Tbk mengalami kerugian sebesar Rp 1,31 triliun. Penyebab
kerugian yaitu adanya selisih kurs Rp 1,31 Trilliun lebih besar dibandingkan
pada tahun 2014 sebesar Rp 243,2 miliar.
Pada
tahun 2016 PT.Indosat Tbk mendapatkan laba Rp 1,1 triliun meskipun pada beberapa
tahun sebelumnya mengalami kerugian yakni pada tahun 2015 sebesar Rp 1,31
Triliun dan di tahun 2014 sebesar 2 Triliun. Namun demikian pembagian deviden
tersebut dilakukan pada tahun 2017 sebesar Rp 71,8 per lembar saham.
DAFTAR
PUSTAKA
