Minggu, 16 Juli 2017

UAS INVESTASI

UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS)
MANAJEMEN INVESTASI DAN PORTOFOLIO







Oleh :
ILA AYU RISMANIKA
14101434
P1



SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI ASIA
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
2017





1.        Data Deviden tahun 2012-2016
Tahun
Deviden
2012
34,52
2013
-
2014
-
2015
-
2016
-

2.        PT.Indosat Tbk selama kurun waktu 4 tahun terakhir yakni pada tahun 2013-2016 tidak membayar atau membagi deviden karena ada beberapa alasan diantaranya yaitu :
Karena pada tahun 2013 mengalami kerugian, kerugian tersebut disebabkan adanya peningkatan beban pendanaan sebagai akibat penerapan transaksi sewa dalam penjualan menara telekomunikasi. Kerugian tersebut dicatat sebesar Rp 71,1 miliar  di triwulan I-2013, kerugian ini membengkak 214 % dibandingkan posisi pada periode yang sama tahun lalu yng rugi sebesar Rp 22,6 miliar.
Pada tahun 2014 PT.Indosat Tbk mengalami kerugian sebesar 2 triliun  dan menjual 5% saham PT. Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) kepada beberapa investor institusi. Dana hasil penjualan saham TBIG akan digunakan untuk melunasi hutang perseroan sebesar Rp 4,7 Trilliun yang jatuh tempo pada bulan Juni 2014. Meskipun dengan menjual saham sebesar 5% PT.Indosat Tbk masih belum bisa melunasi keseluruhan hutangnya. Sisa hutang akan dilunasi dengan cara refinancing yaitu pinjaman berdenominasi rupiah dengan bunga lebih rendah.
Pada tahun 2015 PT.Indosat Tbk mengalami kerugian sebesar Rp 1,31 triliun. Penyebab kerugian yaitu adanya selisih kurs Rp 1,31 Trilliun lebih besar dibandingkan pada tahun 2014 sebesar Rp 243,2 miliar.
Pada tahun 2016 PT.Indosat Tbk mendapatkan laba Rp 1,1 triliun meskipun pada beberapa tahun sebelumnya mengalami kerugian yakni pada tahun 2015 sebesar Rp 1,31 Triliun dan di tahun 2014 sebesar 2 Triliun. Namun demikian pembagian deviden tersebut dilakukan pada tahun 2017 sebesar Rp 71,8 per lembar saham.



DAFTAR PUSTAKA